Berinvestasi bagi Generasi Milenial: Jauh dari Rumah

Generasi milenial harus mengambil keuntungan dari berinvestasi di luar negeri.

Seiring bergantinya generasi, ada perubahan dalam hal berinvestasi. Banyak generasi milenial merasa bahwa mereka berada dalam posisi yang kurang menguntungkan dalam ekonomi dibandingkan generasi sebelumnya - biaya hidup yang penting seperti pendidikan, rumah, dan kesehatan telah melambung tinggi, meninggalkan generasi milenial saat ini dengan sedikit uang yang bisa disisihkan untuk pensiun. Mereka harus melunasi utang pelajar, membeli rumah terlihat seperti tantangan yang tidak dapat ditaklukkan, dan biaya hidup keseluruhan telah meningkat.

Dalam hal investasi, baby boomer memiliki strategi yang sederhana: hasil obligasi adalah salah satu yang tertinggi di masa mereka, dan berinvestasi adalah program satu jalur di mana orang akan berinvestasi dalam infrastruktur, perawatan kesehatan, minyak dan gas, dsb.

Meski demikian, generasi milenial memiliki sebuah keuntungan dibandingkan orang tua dan pendahulu mereka. Dengan globalisasi dan peluang luas yang telah diberikan oleh teknologi, generasi milenial dapat memilih untuk menginvestasikan modal mereka di panggung internasional yang luas. Tidak sampai beberapa dekade yang lalu, ada pilihan yang terbatas untuk berinvestasi di luar negeri. Di era ini, mereka dapat membaca pasar global dengan teliti.

Tentunya pasar saham global saat ini terlihat lebih menjanjikan, mencakup banyak industri. Meskipun orang mungkin ragu-ragu untuk berinvestasi di jalan yang tidak dikenal, pengembalian hasil membuktikan nilainya. Sebagai perbandingan, Indeks S&P 500 tradisional menawarkan hasil yang sedikit sebesar 3,7%; di sisi lain, Indeks Dunia MSCI melaporkan hasil 6,4%, dan Indeks Pasar Berkembang MSCI dengan hasil 8,4%.

Indeks pasar yang luas juga telah menyesuaikan dengan pemain baru. Hasil pasar saham Jepang berada di titik yang rendah 4,2%, sementara hasil Hong Kong memecahkan rekor di 8,2%. Hasil India yang rendah di 3,5% sama dengan Amerika Serikat, sementara Rusia memimpin dengan 10,3% yang luar biasa.

Meski demikian, ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum seseorang mencurahkan seluruh tabungan mereka ke pasar luar negeri. Inggris sedang menghadapi Brexit, Cina terlibat dalam perang dagang dengan AS, Korea Selatan ada dalam perselisihan yang memanas dengan Jepang, sementara Rusia harus mengatasi masalah dari sektor energi. Beberapa spesialis ekonomi telah memperkirakan adanya periode “deglobalisasi” di mana pasar mungkin masuk ke dalam resesi sampai masalah mereka terselesaikan. Terkait hal ini, beberapa pasar mungkin dapat bertahan menghadapi masalah dengan lebih baik dibandingkan pasar lainnya - karenanya, memiliki portofolio dengan beragam investasi internasional dapat terbukti menjadi pilihan yang terbaik.