Penjualan Hari Lajang Alibaba Mencapai Rekor US$38b

Raksasa ritel Cina Alibaba Group Holding Ltd baru-baru ini memecahkan rekor penjualan Hari Lajangnya, dengan penjualan yang mencapai $38,4 miliar. Ini lebih besar dari penjualan toko online Amazon.com Inc dari kuartal lalu. Angka ini bisa menjadi contoh untuk rencana Alibaba menjual saham senilai $15 miliar ke Hong Kong bulan ini. Lonjakan pendapatan ini menguntungkan pemegang saham Alibaba karena sahamnya tumbuh sekitar 6% selama periode ini.

Meski demikian, pertumbuhan penjualan untuk acara belanja tahunan ini adalah yang terlemah sejak tahun 2009, saat acara ini pertama kali dimulai. Tahun ini, terpengaruh oleh merosotnya industri e-niaga Cina, pertumbuhan penjualan turun menjadi 26%, seiring perluasan ekonomi negaranya yang menuju titik terendahnya dalam sejarah.

Hari Lajang, sebuah perayaan informal Cina, disulap menjadi ekstravaganza belanja oleh Alibaba pada tahun 2009. Sejak itu, acara ini telah ditiru oleh pesaing lokalnya (JD.com Inc, Pinduoduo Inc) dan di luar negeri (11thStreet, Qoo10, Shopee) dan telah melampaui penjualan Cyber Monday AS menjadi festival penjualan online terbesar di dunia. Nama acaranya yang dikenal sebagai 11/11 atau Sebelas Sebelas, adalah permainan kata untuk tanggalnya, 11 November.

Alibaba menyatakan volume barang dagangan kotor (GMV) acara tersebut mencapai 268,4 miliar yuan, atau $38,4 miliar. Terdapat peningkatan 26% dari tahun 2018, yang sebenarnya mengalami peningkatan 27% dari tahun 2017. 84 merek, termasuk L’oreal, Apple, dan Uniqlo dilaporkan telah meraup penjualan lebih dari 100 juta yuan dalam satu jam pertama.

https://www.thestar.com.my/business/business-news/2019/11/12/alibaba039s-singles039-day- sales-hit-record-us38b-growth-slows